Pages

Wednesday, October 17, 2018

Warga Palestina Marah Atas Niat Australia Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liputan6.com, Ramallah - Warga Palestina banyak yang memberikan reaksi kecewa dan marah atas kemungkinan Australia memindahkan kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sementara Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan langkah itu akan memajukan proses perdamaian Israel-Palestina, wakil Palestina mengatakan tindakan Australia malah akan menghancurkan proses tersebut.

Pejabat senior Palestina Nabil Shaath mengatakan Morrison tampaknya menggunakan pertimbangan politik jangka pendek dalam negeri guna melakukan kebijakan luar negeri.

"Secara politik ini akan menghancurkan harapan akan adanya perdamaian." kata Shaath, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (18/10/2018).

"Ini sama sekali tidak membantu, namun hanya untuk meningkatkan kemungkinan pemerintah menang di Wentworth di Australia."

"Bila kita melakukan model politik ini di Timur Tengah untuk memenangkan pemilihan sela di Australia, maka maafkan saya bisa memiliki pandangan yang negatif terhadap kebijakan pemerintah Australia."

Perseteruan yang terus berlanjut sampai sekarang adalah mengenai status kawasan Yerusalem Timur, bagian dari kota Yerusalem yang dikuasai oleh militer Israel di tahun 1967, dan dianggap oleh PBB sebagai di bawah kekuasaan militer sejak saat itu.

PBB mengecam pembangunan untuk pemukiman di kkota tersebut dan atas segala usaha untuk mengubah komposisi demografis seperti memindahkan lebih banyak warga Yahudi ke pemukiman yang selama ini ditempati oleh warga keturunan Arab.

Di Silwan di pemukiman Arab tidak jauh dari kota lama Yerusalem, dimana selama ini pemukim baru Yahudi dan warga Arab yang sudah lama tinggal di sana, sekarang hidup berdampingan dalam suasana saling mencurigai, pernyataan dari Australia disambut dengan rasa terkejut, dan kecewa.

Jawad Syiam menjalankan Pusat Informasi Wadi Hilweh di Silwan, yang memantau gerakan pemukim Yahudi ke kawasan pemukiman Arab.

"Australia selalu memberikan kesan bahwa mereka bersikap netral, yang disambut baik oleh warga Palestina." kata Syiam.

"Tetapi sekarang kami melihat Australia mengikuti jejak setan, Donald Trump."

"Jadi ini adalah keputusan bodoh dari sebuah negara yang ingin menghindar dari kemungkinan adanya serangan, dari segala masalah," lanjut warga Palestina itu.

Simak video pilihan berikut:

Let's block ads! (Why?)


October 18, 2018 at 10:01AM
via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2NMIvjN
RSS Feed

If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Frss&max=3, then Send me an email


Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets.

IFTTT

No comments:

Post a Comment