| Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series. Dengan harga baru tersebut, banderol Pertamax menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex juga naik menjadi Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800 per liter. Semakin mahalnya harga bahan bakar beroktan tinggi, tidak jarang pemilik kendaraan baik sepeda motor maupun m obil beralih menggunakan bahan bakar beroktan rendah. Bensin itu diakali, ditambah dengan zat aditif yang berfungsi meningkatkan oktan agar makin bertenaga. Lantas, apa untung ruginya menggunakan octane booster di kendaraan kesayangan? Dilansir berbagai sumber, setidaknya ada tiga kategori aditif yang tersedia di pasaran, organometalic (TEL, MMT, dan lain-lain), komponen blending (HOMC), dan oksigenat (MTBE, TAME, dan lain-lainl). Secara umum, fungsi aditif adalah meningkatkan kualitas bahan bakar. Artinya, banyak pemilik kendaraan memanfaatkan cairan untuk meningkatkan bilangan oktan pada bahan bakar yang digunakan. Sementara, aditif yang berfungsi sebagai peningkat bilangan oktana merupakan senyawa oksigenat, senyawa eter seperti methyl tertier buthyl ether (MTBE), tertiary-amyl methyl ether (TAME), senyawa alkohol seperti etanol, dan tertiary butyl alcohol (TBA). Nah, cairan inilah yang umumnya digunakan para pemilik kendaraan untuk melakukan penghematan bahan bakar. Let's block ads! (Why?) October 14, 2018 at 12:12PM via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2PDfbOs |
No comments:
Post a Comment